Blog ini berisi info pendidikan, tidak diperkenankan tampilan iklan dewasa. Silakan Baca Postingan baru 2025 tentang judul-judul penelitian mahasiswa dan masalah penelitian. Dilarang Keras Mengkopi Paste Artikel dalam Blog ini tanpa izin pemilik blog. Bila Anda mengkopi paste, saya akan laporkan ke DMCA dan blog Anda dapat dihapus.Copi paste dapat diketahui melalui www.google.co.id/. Selamat Paskah 2024. Imanuel

Sponsor

Sponsor

Sunday, February 1, 2026

Christian Education and Character Formation: A Biblical Perspective on Faith Growth

Christian Education and Character Formation: A Biblical Perspective on Faith Growth

Labels: Christian Education, Character Education, Faith Development, Education and Character, Biblical Education, Moral Development

Chapter I: Background of the Study

Education is not merely a process of transferring knowledge but a holistic endeavor aimed at shaping human character, values, and worldview. In contemporary society, education often emphasizes cognitive achievement, technological competence, and measurable outcomes, while neglecting moral and spiritual formation. This imbalance has contributed to a growing concern regarding ethical decline, identity confusion, and weakened character among young people.

Christian Religious Education, particularly Biblical Education, offers a distinctive approach by integrating faith, character, and learning into a unified educational vision. The Bible presents education as a formative journey that nurtures wisdom, obedience, and moral integrity. Proverbs 1:7 states that the fear of the Lord is the beginning of knowledge, indicating that spiritual orientation is foundational to authentic learning.

In the context of Christian education, faith growth is not limited to doctrinal understanding but includes the transformation of attitudes, behaviors, and character. Biblical narratives consistently portray education as relational and transformational, shaping individuals to live responsibly before God and society.

However, many educational practices today treat character education as a supplementary program rather than an integral framework. As a result, students may excel academically but lack ethical discernment and spiritual maturity. This condition highlights the urgent need to reposition Biblical Education as the foundation for holistic faith growth and character development.

Chapter II: Novelty and Theoretical Contribution

The novelty of this study lies in its integrative framework that positions Biblical Education not merely as religious instruction but as a character-forming educational paradigm. Unlike conventional approaches that separate cognitive learning from moral development, this model emphasizes that character formation is inseparable from faith-based education.

Most existing studies on character education focus on secular moral values such as responsibility, respect, and citizenship. While valuable, these approaches often lack a transcendent foundation. This study introduces a biblical-theological perspective, asserting that authentic character formation is rooted in a living relationship with God and shaped through Scripture, community, and spiritual practice.

Another significant contribution is the reconceptualization of faith growth as an educational outcome. Faith development is often discussed in theological or pastoral contexts but rarely integrated into educational theory. This study bridges theology and pedagogy by framing faith growth as an intentional and assessable dimension of Christian education.

By integrating biblical theology, educational philosophy, and character education theory, this study offers a contextual and holistic model that responds to contemporary educational challenges while remaining faithful to Christian convictions.

Chapter III: Theoretical Gap and Research Focus

A critical theoretical gap exists between Christian theology and modern educational practice. Although Christian theology strongly emphasizes moral transformation and character formation, many Christian educational institutions still rely on secular pedagogical models that prioritize academic performance over spiritual and ethical development.

Additionally, much of the literature on character education lacks explicit theological grounding, resulting in fragmented moral frameworks. Conversely, theological discussions on faith growth often overlook practical pedagogical strategies applicable within formal education systems.

This gap reveals the need for an integrated educational approach that unites Biblical Education, character formation, and pedagogical practice. The central focus of this study is to explore how Biblical Education can effectively foster faith growth and character development within Christian learning environments.

By addressing this gap, the study aims to provide a conceptual foundation for Christian educators to design learning experiences that cultivate intellectual competence, moral integrity, and spiritual maturity. Education, therefore, is affirmed not only as preparation for professional life but as a formative process shaping individuals of character and faith.

Keywords: Christian Education, Character Formation, Biblical Education, Faith Growth, Education and Character

Contoh Skripsi Pendidikan Agama Kristen: Pendidikan Biblika bagi Pertumbuhan Iman (BAB I–III)

Contoh Skripsi Pendidikan Agama Kristen: Pendidikan Biblika bagi Pertumbuhan Iman

Artikel ini menyajikan contoh skripsi Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang membahas pendidikan biblika sebagai sarana pertumbuhan iman peserta didik. Uraian disusun secara sistematis mulai dari BAB I sampai BAB III dan dapat digunakan sebagai referensi akademik bagi mahasiswa PAK.

BAB I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan Agama Kristen merupakan proses pembentukan iman yang berakar pada Firman Allah dan diarahkan pada pertumbuhan rohani peserta didik. Dalam konteks gereja maupun lembaga pendidikan Kristen, pendidikan biblika memegang peranan penting karena Alkitab menjadi sumber utama ajaran iman Kristen.

Dalam praktiknya, pendidikan biblika sering kali masih berfokus pada penguasaan pengetahuan Alkitab secara kognitif, seperti membaca dan menghafal ayat, tanpa diikuti proses refleksi dan penerapan iman secara kontekstual. Akibatnya, peserta didik memiliki pengetahuan Alkitab, tetapi pertumbuhan iman mereka tidak selalu tampak dalam sikap dan perilaku hidup sehari-hari.

Selain itu, tantangan perkembangan zaman menuntut pendidikan biblika disampaikan secara lebih kontekstual. Peserta didik hidup dalam dunia yang plural dan digital, sehingga pembelajaran iman yang monoton dan tidak relevan dengan realitas kehidupan menjadi kurang efektif.

Pertumbuhan iman Kristen merupakan proses holistik yang mencakup pemahaman iman, penghayatan nilai Kristiani, dan perwujudan iman dalam tindakan nyata. Oleh karena itu, pendidikan biblika seharusnya diarahkan secara sadar untuk menumbuhkan iman peserta didik, bukan sekadar meningkatkan pengetahuan keagamaan.

Berdasarkan uraian tersebut, penelitian tentang pendidikan biblika bagi pertumbuhan iman menjadi penting untuk dilakukan dalam konteks Pendidikan Agama Kristen.

1.2 Novelty (Kebaruan Penelitian)

Kebaruan penelitian ini terletak pada pemahaman pendidikan biblika sebagai proses pedagogis-teologis yang secara langsung diarahkan pada pertumbuhan iman peserta didik. Pendidikan biblika tidak hanya dipahami sebagai transfer pengetahuan Alkitab, tetapi sebagai sarana pembentukan iman yang holistik.

Penelitian ini juga menekankan peran guru Pendidikan Agama Kristen sebagai paidagōgos, yaitu pembimbing iman yang menuntun peserta didik menuju kedewasaan rohani.

1.3 Gap Teori (Celah Penelitian)

Berbagai penelitian sebelumnya lebih banyak menekankan pendidikan biblika dari sisi metode pengajaran atau penguasaan materi Alkitab. Kajian yang secara khusus mengaitkan pendidikan biblika dengan pertumbuhan iman peserta didik secara holistik masih relatif terbatas.

Selain itu, terdapat kesenjangan antara konsep teologis tentang pertumbuhan iman dan praktik pendidikan biblika di lapangan. Penelitian ini berupaya mengisi celah tersebut.

BAB II Landasan Teoretis

2.1 Pendidikan Biblika

Pendidikan biblika merupakan bagian integral dari Pendidikan Agama Kristen yang menempatkan Alkitab sebagai sumber utama pembelajaran iman. Pendidikan ini bertujuan menolong peserta didik memahami Firman Tuhan dan menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari.

Dasar pendidikan biblika dapat ditemukan dalam Ulangan 6:4–9 yang menegaskan pentingnya pengajaran Firman Tuhan secara berkelanjutan dalam kehidupan umat Allah.

2.2 Dasar Alkitabiah Pendidikan Biblika

Dalam 2 Timotius 3:16–17 ditegaskan bahwa seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar serta mendidik dalam kebenaran. Ayat ini menunjukkan fungsi edukatif dan transformatif Firman Tuhan.

Yesus Kristus sebagai Guru Agung memberikan teladan pengajaran yang bersifat relasional, kontekstual, dan transformatif.

2.3 Pertumbuhan Iman Kristen

Pertumbuhan iman Kristen merupakan proses menuju kedewasaan rohani. Efesus 4:13 menegaskan bahwa tujuan pertumbuhan iman adalah mencapai kedewasaan penuh dan keserupaan dengan Kristus.

Indikator pertumbuhan iman meliputi pemahaman Firman Tuhan, sikap iman yang tercermin dalam kasih dan ketaatan, serta perilaku hidup yang sesuai dengan nilai Kristiani.

2.4 Pendidikan Biblika dan Pertumbuhan Iman

Pendidikan biblika memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan iman peserta didik. Melalui pembelajaran Alkitab yang terencana dan kontekstual, peserta didik dibimbing untuk menghayati iman secara nyata.

BAB III Metodologi Penelitian

3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan pelaksanaan pendidikan biblika dan kaitannya dengan pertumbuhan iman peserta didik dalam konteks Pendidikan Agama Kristen.

3.2 Lokasi dan Subjek Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di gereja atau lembaga pendidikan Kristen. Subjek penelitian meliputi peserta didik dan guru Pendidikan Agama Kristen yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan biblika.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan pendidikan biblika.

3.4 Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengelompokkan dan menafsirkan data berdasarkan tema-tema yang berkaitan dengan pendidikan biblika dan pertumbuhan iman.

3.5 Keabsahan Data

Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik, sehingga hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.