Blog ini berisi info pendidikan, tidak diperkenankan tampilan iklan dewasa. Silakan Baca Postingan baru 2024 tentang judul-judul penelitian mahasiswa dan masalah penelitian. Dilarang Keras Mengkopi Paste Artikel dalam Blog ini tanpa izin pemilik blog. Bila Anda mengkopi paste, saya akan laporkan ke DMCA dan blog Anda dapat dihapus.Copi paste dapat diketahui melalui www.google.co.id/. Selamat Paskah 2024. Imanuel

Sponsor

Sponsor

Tuesday, October 20, 2020

Judul-judul Penelitian Teologi dan Teologi Pendidikan di Masa Covid-19

Pandemi Covid-19 belum dapat dipastikan kapan berakhir. Dalam konteks ini pendidikan yang diselenggarakan di Sekolah Tinggi Teologi, Institut Agama Kristen Negeri dan swasta yang eksis di Indonbesia tetap menjalankan proses belajar-mengajar dengan metodelogi yang berbeda dengan masa sebelum Covid-19. Metode belajar mengajar yang sering berlangsung secara konfensional (tatap muka di kelas/ruang kuliah) berubah menjadi pembelajaran secara daring atau online dengan memanfaatkan beragam teknologi yang berfungsi dalam membuat pembelajaran online. Ada yang memanfaatan situs atau website untuk melaksanakan pembelajaran online dengan metode blended learning, ada pula yang menggunakan aplikasi video conference untuk pembelajaran online.

Sekolah Tinggi Teologi di Indonesia juga kini dan masa-masa yang mendatang (sebelum berakhir Corona-19) sudah, sedang dan akan menggunakan beberapa aplikasi video konference untuk kegiatan perkuliahan. Untuk maksud ini tentu penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa di Sekolah Tinggi Teologi juga dapat merumuskan variabel-variabel penelitian yang mengandung unsur kebaruan (novelty). Pada kesempatan ini, saya merumuskan beberapa judul yang dapat diteliti secara ilmiah untuk kepentingan Skripsi, Tesis dan Disertasi di Sekolah Tinggi Teologi. Berikut judul-judul tugas akhir (karya ilmiah) mahasiswa:

A.      Penelitian dengan 2 variabel lebih

 

1.       Penggembalaan Virtual Berbasis Zoom dan Pertumbuhan Iman di Tengah Pandemi Corona-19

Judul ini dapat dirumuskan menjadi penelitian kuantitatif (menguji teori) dengan merumuskan variabel penelitian sbb:

Pengaruh Penggembalaan Virtual Berbasis Zoom Terhadap Pertumbuhan Iman Jemaat ....  di Tengah Pandemi Corona-19.

Hubungan Penggembalaan Virtual Berbasis Zoom Terhadap Pertumbuhan Iman Jemaat ....  di Tengah Pandemi Corona-19.

Kata yang ditebalkan menunjukkan sifat studi yaitu studi korelasi. Artinya metode penelitiannya kuantitatif dengan menggunakan studi korelasi. Judul yang pertama menunjukkan penelitian yang sifatnya mencari sebab akibat, sedangkan judul yang kedua menunjukkan penelitian yang sifatnya mencari apakah ada hubungan antara variabel X dan Y

 

Bila hendak meneliti secara kualitatif maka judul di atas dirumuskan menjadi:

 

Pertumbuhan Iman Melalui Penggembalaan Virtual Berbasis Zoom di Jemaat .....

Penyebutan nama tempat ini menunjukkan bahwa penelitian kualitatif yang hendak dilakukan adalah penelitian yang memadukan kajian teori (buku-buku) dan penelitian lapangan (mendapatkan data secara natural tentang pemanfaatan zoom terhadap pertumbuhan iman). Dalam metodologi penelitian dapat dikemukakan metode analisis data seperti Taksonomi Domain. Ingat dalam penelitian kualitatif yang menggunakan penelitian lapangan, instrumen penelitian adalah peneliti atau orang yang mengadakan penelitian. Peneliti adalah instrumen utama dan bukan kuesioner. Kuesioner adalah pilihan-pilihan yang dilakukan oleh peneliti. Artinya untuk mendapatkan data dari lapangan maka peneliti dapat menggunakan instrumen seperti: observasi, kuisioner, wawancara, foto dll. Semuanya ini bertujuan untuk mendapatkan data. Intinya peneliti atau orang yang membuat skripsi, tesis dan disertasi yang menjadi instrumen utama dalam penelitian kualitatif. Ada kasus yang menggelikan saya yakni ketika saya mengajukan sebuah judul artikel ilmiah di sebuah jurnal, lalu ada catatan reviewer tentang metodelogi yang saya pakai. Sebenarnya metodologinya sudah jelas yaitu metode penelitian kualitatif dengan analisis data taksonomi domain. Bila reviewer ini paham metodologi kualitatif maka dia tidak akan membuat catatan yang menggelikan saya. Dia menyatakan bila dipakai pengamatan maka jelaskan buktinya. Pada hal apa yang dikomentarai itu ada pada analisis data. Buktinya lihat metodologi yang dipakai. Jelas bahwa metodologi yang saya pakai adalah kualitatif yaitu penelitian yang tidak hanya mengkaji sebuah varibel penelitian dengan membaca buku dan menuangkan dalam bagian teori tetapi penelitian yang dilanjutkan dengan penelitian lapangan. Bukti observasi itu ada pada peneliti. Observasi itu dilakukan pada tempat yang menjadi  objek penelitian. Tempat tersebut saya sudah jelaskan. Jadi, harusnya mengerti secara baik metode penelitian kualitatif itu tidak seperti membaca buku dan menulis tetapi ada kelanjutannya yaitu penelitian lapangan. Tentang aspek ini, perhatikan dalam metodologi. Biasanya disebut demikian: metode penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif dan analisis datanya menggunakan taksonomi domain.  Ini berrati analisis data menggunakan analisis domain. Domain itu ditemukan dalam tempat penelitian dan diklasifikasikan dalam domain-domain yang lebih kecil. Misalnya seseorang meneliti kucing terkuat di Kampung A. Setelah mengkaji sejumlah buku yang menulis tentang kucing maka upaya selanjutnya yakni masuk dalam penelitian lapangan. Dalam kajian literatur, umpanya kita menemukan bahwa kucing terkuat yang diperoleh dari membaca sejumlah buku yaitu kucing Hitam. Ketika masuk dalam penelitian di tempat A dengan mengadakan pengamatan beberapa waktu ditemukan bahwa kucing belang-belang yang menjadi kucing terkuat di Kampung A. Lalu domainnya dapat dikembangkan menjadi domain Kucing belang-belang kampung, kucing belang-belang hasil perkawinan silang, kucing belang-belang impor. Disini kita mengembangkan dalam 3 domain. Lalu diadakan analisis data.

 

Sekarang saya lanjutkan lagi dengan judul yang lain.

 

Tingkat Pemahaman Jemaat .... Tentang Gambar dan Rupa Allah Menut Kejadian 1:26

 

Penelitian ini dapat dilakukan dengan pendekatan eksegesis maupun pendekatan teologi.

Judul ini menunjukkan penelitian kualitatif dengan penelitian lapangan. Bila tertarik mengadakan penelitian ini maka setelah mengadakan penelitian dengan membaca buku-buku Teologi (Tafsir Kejadian dan buku-buku Teologi yang membahas tentang arti kata segambar dan serupa) dan dikemukakan dalam bab Teori (Bab II) maka pada upaya selanjutnya untuk Bab IV (Temuan dan analisis data) di kemukakan tentang hasil penelitian yang kita peroleh dari pengamatan kita tentang jemaat yang telah ditetapkan sebagai tempat penelitian. Mungkin pengamatan tidak akan menolong kita untuk mengertia secara baik tentang pemahaman jemaat tentang arti segambar dan serupa Allah. Kita kemudian memilih metode wawancara dengan jemaat. Dalam wawancara itu kita menemukan bahwa jemaat memiliki pemahaman yang berbeda. Misalnya sebagian yang kita wawancarai tidak tidak mengerti tentang kata segambar dan serupa, sedangkan sebagiannya ketika diwawancara menyatakan bahwa mereka mengerti kata segambar dan serupa Allah. Pengertian mereka sesuai dengan hasil penelitian kita dari sejumlah buku maupun tafsiran kata dengan menggunakan bahasa Ibrani yang telah kita lakukan sebelum mengadakan penelitian lapang. Hasil menunjukkan bahwa jemaat ada yang paham ada pula yang tidak paham. Lalu kita tanya lagi jemaat. Apakah ada khotbah yang menguraikan tentang makna segambar dan serupa Allah. Jemaat menyatakan tidak ada. Hasil ini menunjukkan bahwa ada masalah dalam gembala jemaat yaitu gembala jemaat belum berkhotbah tentang Kejadian 1:26 dengan uraian yang bersifat eksegesis maupun penjelasan teologi tentang makna segambar dan serupa dengan Allah. Hasil penelitian ini menolong kita untuk membuat sebuah rekomendasi pada Bab V yaitu pada Saran yaitu hendaknya jemaat memikirkan studi lanjut untuk gembala jemaat.  

Jadi berdasarkan penjelasan saya di atas ada beberapa judul yang dapat diteliti oleh mereka yang memilih program studi Teologi, sedangkan untuk Pendidikan Agama Kristen dapat meneliti beberapa judul berikut ini.

 

Inovasi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Memanfaatkan Konferensi Video dalam Proses Pembelajaran secara Daring di SD ..... atau SMP .... atau SMA  ....

 

Efektivitas Pemanfaatan Aplikasi Zoom Dalam Pembelajaran Agama Kristen di SD .... SMP .... SMA .... (Sesuaikan dengan tempat mengajar)

 

Efektivitas Pemanfaatan Aplikasi Google Meet Dalam Pembelajaran Agama Kristen di SD .... SMP .... SMA .... (Sesuaikan dengan tempat mengajar)

 

Peran Ibu dalam Menjadi Guru di Rumah Bagi Anak di Masa Pandemi Covid-19

 

Demikian dan semoga bermanfaat

 

Salam

Yonas Muanley