Blog ini berisi info pendidikan, tidak diperkenankan tampilan iklan dewasa. Silakan Baca Postingan baru 2024 tentang judul-judul penelitian mahasiswa dan masalah penelitian. Dilarang Keras Mengkopi Paste Artikel dalam Blog ini tanpa izin pemilik blog. Bila Anda mengkopi paste, saya akan laporkan ke DMCA dan blog Anda dapat dihapus.Copi paste dapat diketahui melalui www.google.co.id/. Selamat Paskah 2024. Imanuel

Sponsor

Sponsor

Saturday, July 29, 2017

Contoh Bab I Skripsi Rejeki Melalui Kerja


BAB I
 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kemajuan zaman teknologi canggih yaitu internet telah menghadirkan kemajuan layanan dalam berbagai bidang, khususnya dalam dunia kerja. Mahasiswa yang kuliah pada akhirnya setelah selesai kuliah diharapkan mendapat kerja yang memadai untuk menopang kehidupan sehari-hari. Naum kenyataannya lapangan pekerjaan juga semakin sulit.

Jika terbatas pada kerinduan menjadi pegawai negeri atau pegawai swasta seperti di Perusahan, itupun kadang terbatas. Oleh karena itu ada berbagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut sehingga tidak terjadi pengangguran. Kini muncul sebuah pekerjaan yang dapat memberikan penghasilan yang memadai.

Pekerjaan ini menutu teman saya, di jalan uang melimpah, tinggal pungut uang di jalan. Rekan saya ini kerja di salah satu layanan jasa transportasi, yaitu Grab. Teman ini memiliki penghasilan yang memadai. Ia bisa mengatur waktu kerja tanpa harus diatur oleh bos. Ia adalah bosnya.

Selain informasi ini ada sebuah peluang yaitu di Mengemudi bersama uber.Mengemudi adalah suatu kerja yang mulia. Kerja adalah mandat TUHAN kepada manusia, setiap yang bekerja berarti melakukan kehendak-Nya. Salah satu peluang dalam mendapatkan kerja adalah melalui Uber.

Tentu Anda sudah mengenal uber, jika anda berminat mengemudi bersama Uber di Indonesia maka Anda bisa bergabung bersama koperasi Uber yang disebut Koperasi Trans Usaha Bersma, mitra setiap aplikasi Uber, menurut situs uber, waktunya fleksibel. Silakan mendaftar Mengemudi Bersama Ube. Selain itu dapat mencari korelasinya dengan pegi-pegi Bagi mahasiswa yang mengembangkan menjadi penelitian ilmiah silakan meneliti pekerjaan melalui uber dan lain-lain. Beberapa transportasi yang disbutkan disini memiliki kontribusi dalam menolong setiap orang yang membutuhkan jasa seorang driver ojek online. Usaha ini tentu sukses menghantar mereka yang memiliki hak cipta atau hak usaha atas cara tranportasi online sepert yang dimaksudkan disini.

Salam

Thursday, July 6, 2017

Sitemap 2



Sponsor

Contoh Bab I Skripsi PAK


Contoh Bab I Skripsi PAK. Dalam contoh ini, hanya mengemukakan masalah penelitian dan sedikit pembahasan tentang teori. Adapun masalah penelitian disini yaitu suatu pelayanan yang mulia kepada anak-anak penyandang autis. Dalam hal ini masalah penelitian yaitu Pelayanan Pendidikan Agama Kristen kepada anak-anak penyandang autis. Mereka perlu mendapat pelayanan yang sesuai dengan kesetaraan pendidikan kepada anak-anak. Selanjutnya kita perhatikan apa yang menjadi masalah penelitian? Berdasarkan masalah itu tentu dicari jawaban melalui penelitian. Masalah penelitian itu dikemukakan dalam Bab I Skripsi. Dalam pembahasan ini, kita jadikan sebagai contoh Bab I Skripsi PAK atau Pendidikan Agama Kristen. Nanti setelah lulus maka pakai gelar S.Pd. (Sarjana Pendidikan Kristen). Baiklah kita langsung ke inti masalah.
Masalah Penelitian

Anak penyandang autis sama dengan anak-anak lainnya, perlu mendapat bimbingan dalam Pelayanan Pendidikan Agama Kristen. Tentu Pendidikan Agama Kristen bagi anak yang beragama Kristen yang ada di sekolah khusus. Memang harus disadari bahwa Guru Pendidikan Agama Kristen tidak mendapat pendidikan khusus tentang cara menghadapi dan melayani anak penyandang autis. Di katakan demikian karena dalam kurikulum Pendidikan Agama Kristen yang diselenggarakan di fakultas teologi maupun STT belum mengakomodir pelayanan anak penyandang autis. Walaupun demikian, kerinduan seorang Guru Pendidikan Agama Kristen tentang pelayanan anak penyandang autis dapat dilaksanakan secara baik.

Masalah dalam pelayanan anak penyandang autis yaitu ganggunag komunikasi. Dengan kata lain, anak penyandang autis memiliki gangguan komunikasi. Anak penyandang autis dapat dikelompkkan dalam beberapa kelompok, yaitu: kelompok anak autis yang menyendiri, kelompok anak autis yang pasif dan kelompok anak autis yang aktif. Anak-anak dari kelompok anak autis yang menyendiri biasanya jarang menggunakan kata-kata dan hanya bisa mengucapkan beberapa patah kata yang sederhana. Sementara kelompok kedua adalah kelompok anak autis yang pasif, yang mempunyai ciri-ciri seperti memiliki pembendaharaan kata yang lebih banyak meskipun masih mengalami keterlambatan untuk bisa berbicara dibandingkan anak lain yang sebaya. Kelompok ketiga yaitu kelompok anak autis yang aktif. Anak-anak dari kelompok ini bertolak belakang dengan anak-anak dari kelompok autis yang menyendiri karena bisa lebih cepat berbicara dan memiliki pembendaharaan kata paling banyak. Meskipun anak-anak ini sudah bisa merangkai kata dengan baik, namun terkadang masih terselip kata-kata yang tidak bisa dimengerti.

Kajian Teori

Anak Penyandang autis mengalami lima gangguan yaitu dalam bidang interaksi sosial, komunikasi (verbal dan non verbal), perilaku, emosi, dan gangguan sensoris serta mengalami perkembangan yang terlambat. Gejala ini dapat diketahui para orangtua sejak anak penyandang autis masih kecil, lazimnyz sebelum anak berusia tiga tahun. Boleh jadi anak yang menyandang autis, dapat menjadi sangat sensitif atau bahkan tidak responsif terhadap ransangan-rangsangan dari kelima panca indrany seperti melihat, mendengar, mencium dan perasa serta peraba.

Anak-anak penyandang autispun sangat beragam, keragaman itu dilihat dalam kemampuan yang dimiliki anak penyandang autis, tingkat intelegensi mereka serta perilakunya. Mereka juga mengalami berbagai keterbatasan dan karakteristik yang dimilikinya. Itulah sebabnya, anak-anak autis melakukan proses komunikasi yang berbeda dengan proses komunikasi yang dilakukan orang-orang pada umumnya. Komunikasi mereka berbeda dengan komunikasi anak pada umumnya, mereka memiliki kemampuan komunikasi yang terbatas bila dibandingkan dengan anak-anak pada umumnya.

Anak penyandang autis dengan tingkat intelegensi dan kognitif yang rendah, memiliki keterbatasan berbicara dan komunikasi non verbal. Mereka dapat menyakiti diri sendiri serta menunjukkan terbatasnya minat dan rutinitas yang dilakukan, diklasifikasikan sebagai low functioning autism. Sedangkan anak-anak lain akan menunjukkan fungsi kognitif dan intelegensi yang tinggi, mampu menggunakan bahasa dan berbicara secara efektif serta menunjukkan kemampuan mengikuti rutinitas. Dalam aspek ini menjadi jelaslah bahwa anak penyandang autis mempunyai cara tersendiri dalam berkomunikasi dengan orang lain disekitarnya. Hal itu disebabkan karena anak penyandang autis mengalami kesulitan dalam berpikir, mengingat dan menggunakan bahasa.

Keluarga Kristen sama dengan keluarga non Kristen, ada pula yang memiliki anak yang dikategorikan dalam penyandang autis. Artinya adanya anak yang menyandang autis tidak hanya di masyarakat non Kristen tetapi juga dalam beberapa keluarga Kristen. Menghadapi kenyataan seperti itu maka Pendidikan Agama Kristen yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Kristen perlu dilaksanakan bagi anak penyandang autis.

Semoga mendapat masalah untuk penelitian