BAB II
LANDASAN TEORETIS DAN KERANGKA PEMIKIRAN
A. Pengertian Teologi dan Ruang Lingkupnya
Teologi secara umum dipahami sebagai refleksi rasional dan sistematis mengenai iman kepada Allah. Dalam konteks Kristen, teologi berusaha memahami penyataan Allah yang dinyatakan melalui Kitab Suci, Yesus Kristus, dan karya Roh Kudus. Teologi tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memiliki dimensi praktis yang berkaitan langsung dengan kehidupan iman orang percaya.
Sebagai disiplin ilmu, teologi mencakup berbagai cabang seperti teologi biblika, teologi sistematika, teologi historis, dan teologi praktika. Keseluruhan cabang tersebut saling melengkapi dalam upaya memahami kebenaran iman Kristen secara utuh dan kontekstual.
B. Konsep Keselamatan dalam Teologi Kristen
Keselamatan merupakan salah satu doktrin utama dalam teologi Kristen. Istilah keselamatan mengacu pada karya Allah yang membebaskan manusia dari dosa dan akibatnya, serta memulihkan hubungan antara Allah dan manusia. Keselamatan dipahami sebagai inisiatif Allah yang dikerjakan melalui anugerah dan diterima oleh iman.
Dalam teologi Kristen, keselamatan tidak hanya dipahami sebagai peristiwa sekali jadi, melainkan sebagai proses yang mencakup pembenaran, pengudusan, dan pemuliaan. Dengan demikian, keselamatan memiliki dimensi masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam kehidupan orang percaya.
C. Dasar Biblika Keselamatan
Kitab Suci menjadi dasar utama dalam memahami konsep keselamatan. Dalam Perjanjian Lama, keselamatan sering kali dipahami sebagai pembebasan Allah atas umat-Nya dari penindasan dan penderitaan. Sementara itu, dalam Perjanjian Baru, keselamatan mencapai kepenuhannya melalui karya Yesus Kristus.
Keselamatan dalam Perjanjian Baru ditekankan sebagai karya anugerah Allah yang diberikan kepada manusia melalui iman. Penekanan ini menunjukkan bahwa keselamatan bukan hasil usaha manusia, melainkan pemberian Allah yang harus direspons dengan ketaatan dan kehidupan yang diperbarui.
D. Keselamatan dan Transformasi Kehidupan Orang Percaya
Keselamatan memiliki implikasi langsung terhadap kehidupan orang percaya. Orang yang telah menerima keselamatan dipanggil untuk hidup dalam ketaatan, kekudusan, dan kasih. Transformasi kehidupan menjadi bukti nyata dari karya keselamatan Allah dalam diri seseorang.
Dalam konteks gereja masa kini, pemahaman keselamatan yang holistik sangat penting agar iman Kristen tidak berhenti pada pengakuan verbal, tetapi diwujudkan dalam sikap hidup, etika, dan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, keselamatan harus dipahami sebagai dasar pembaruan hidup secara menyeluruh.
E. Kerangka Pemikiran Penelitian
Berdasarkan landasan teoretis di atas, penelitian ini memandang keselamatan sebagai konsep teologis yang memiliki dimensi doktrinal dan praktis. Pemahaman teologis tentang keselamatan menjadi dasar untuk menganalisis implikasinya dalam kehidupan orang percaya masa kini.
Kerangka pemikiran penelitian ini menekankan keterkaitan antara konsep keselamatan dalam teologi Kristen dengan transformasi kehidupan iman, sehingga menghasilkan pemahaman yang integratif dan kontekstual.
Bab II ini disusun sebagai landasan teoretis untuk membantu mahasiswa teologi memahami konsep dasar keselamatan sebelum memasuki analisis dan pembahasan pada bab selanjutnya.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.