Blog ini berisi info pendidikan, tidak diperkenankan tampilan iklan dewasa. Silakan Baca Postingan baru 2025 tentang judul-judul penelitian mahasiswa dan masalah penelitian. Dilarang Keras Mengkopi Paste Artikel dalam Blog ini tanpa izin pemilik blog. Bila Anda mengkopi paste, saya akan laporkan ke DMCA dan blog Anda dapat dihapus.Copi paste dapat diketahui melalui www.google.co.id/. Selamat Paskah 2024. Imanuel

Sponsor

Sponsor

Friday, January 16, 2026

Contoh BAB I Pendahuluan Skripsi Teologi yang Benar

BAB I PENDAHULUAN SKRIPSI TEOLOGI

Contoh artikel edukatif untuk mahasiswa Teologi di Indonesia

A. Latar Belakang Penelitian

Skripsi merupakan karya ilmiah wajib bagi mahasiswa Program Sarjana Teologi sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik atas proses pembelajaran yang telah dijalani. Melalui skripsi, mahasiswa tidak hanya diuji kemampuannya dalam memahami teori teologi, tetapi juga dalam menerapkan metode ilmiah untuk menganalisis persoalan iman, gereja, dan masyarakat secara kritis dan sistematis.

Bab I Pendahuluan memegang peranan strategis dalam keseluruhan struktur skripsi teologi. Pada bagian inilah peneliti menjelaskan alasan akademik dan teologis pemilihan topik, mengemukakan masalah penelitian, serta menunjukkan relevansi dan kebaruan kajian. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak mahasiswa teologi masih mengalami kesulitan dalam menyusun Bab I yang kuat, fokus, dan bernilai ilmiah.

Salah satu persoalan utama yang sering dijumpai adalah latar belakang penelitian yang terlalu normatif dan deskriptif. Mahasiswa cenderung hanya mengutip ayat Alkitab atau pendapat teolog tanpa mengaitkannya dengan masalah konkret dalam kehidupan gereja dan masyarakat Indonesia. Akibatnya, skripsi kehilangan daya analisis dan kontribusi ilmiah.

Di tengah dinamika perubahan sosial, budaya, dan keagamaan di Indonesia, teologi dituntut untuk hadir secara kontekstual. Isu pluralisme agama, tantangan moral, perkembangan teknologi digital, serta perubahan pola pelayanan gereja menuntut refleksi teologis yang relevan. Kondisi ini membuka ruang luas bagi penelitian teologi yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga transformatif.

Oleh karena itu, penyusunan Bab I Pendahuluan skripsi teologi perlu diarahkan pada pengungkapan masalah penelitian yang nyata dan analitis, serta menampilkan unsur kebaruan (novelty) yang jelas. Dengan demikian, skripsi teologi dapat menjadi kontribusi intelektual yang bermakna bagi pengembangan teologi dan pelayanan gereja di Indonesia.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut:

  • Banyak Bab I Pendahuluan skripsi teologi ditulis secara normatif tanpa analisis masalah yang tajam.
  • Mahasiswa kesulitan membedakan antara topik umum dan masalah penelitian teologis.
  • Unsur kebaruan (novelty) sering tidak terlihat dalam penelitian skripsi teologi.
  • Kajian teologis kurang dikaitkan dengan konteks gereja dan masyarakat Indonesia.

C. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini dirancang untuk menjawab persoalan-persoalan berikut:

  1. Apa peran dan fungsi Bab I Pendahuluan dalam skripsi teologi?
  2. Bagaimana cara merumuskan masalah penelitian teologi yang fokus dan kontekstual?
  3. Apa yang dimaksud dengan novelty dalam penelitian teologi?
  4. Mengapa unsur kebaruan penting dalam pengembangan teologi di Indonesia?

D. Tujuan Penelitian

Tujuan penulisan artikel ini adalah:

  1. Memberikan pemahaman yang jelas tentang fungsi Bab I Pendahuluan skripsi teologi.
  2. Membantu mahasiswa teologi menyusun rumusan masalah yang ilmiah dan relevan.
  3. Menjelaskan konsep novelty dalam konteks penelitian teologi.
  4. Mendorong lahirnya skripsi teologi yang kritis, kontekstual, dan aplikatif.

E. Novelty (Kebaruan Penelitian)

Nilai kebaruan (novelty) dari artikel ini terletak pada pendekatan integratif antara metodologi penelitian ilmiah dan konteks teologi Indonesia. Artikel ini tidak hanya menjelaskan struktur formal Bab I Pendahuluan, tetapi juga menekankan pentingnya analisis masalah teologis yang berangkat dari realitas gereja dan masyarakat.

Dengan pendekatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa skripsi teologi bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan sarana refleksi iman yang bertanggung jawab dan kontributif. Perspektif ini menjadi pembeda dari panduan skripsi yang bersifat teknis semata.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat Teoretis
Artikel ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai metodologi penelitian teologi, khususnya dalam penyusunan Bab I Pendahuluan yang berorientasi pada masalah dan kebaruan ilmiah.

Manfaat Praktis
Secara praktis, artikel ini dapat digunakan sebagai referensi awal bagi mahasiswa teologi dalam menyusun skripsi, serta sebagai bahan ajar bagi dosen metodologi penelitian dan pembimbing skripsi.

Penulis:
© Dr. Yonas Muanley, M.Th.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.