PERPUSTAKAAN ONLINE. Penyedia layanan referensi online Contoh Skripsi Sarjana Pendidikan Agama Kristen(S.Pd.K),Tesis Magister Pendidikan Agama Kristen (M.Pd.K), dan Disertasi (D.Th.) Bidang Pendidikan Agama Kristen.
Sponsor
Sponsor
Thursday, December 14, 2023
Tuesday, April 18, 2023
Penelitian Bidang Pendidikan Agama Kristen
Bila seseorang, katakanlah mahasiswa S1, S2 dan S3 dalam bindang Pendidikan Agama Kristen hendak mengadakan penelitian maka sebaiknya pahami dulu apa yang dikemukakan oleh Andreas B. Subagyo (2004:31) yaitu ada sejumlah konsep-konsep dasar tentang penelitian yang patut atau normatifnya harus memperhatikan konsep-konsep dasar tentang penelitian. Memahami konsep-konsep dasar tentang penelitian akan membantu dan memudahkan serta memberi arah yang baik dalam melaksanakan penelitian. Selain itu, Subagyo juga menambahkan bahwa perlunya “motivasi” yang cukup bahkan menurut saya harus tinggi (motivasi tinggi) dalam memilih variable dan menelitinya. Saya katakana harus motivasi tinggi karena jika tidak demikian maka peneliti (mahasiswa) akan gampang menyerah bahkan menjadi manusia yesmen dalam bimbingan dan ujian tesis. Jadi, konsep-konsep dasar tentang penelitian dan motivasi tinggi dalam mengadakan penelitian perlu dimiliki oleh mahasiswa atau dosen yang hendak mengadakan penelitian.
Aspek lain yang wajib diperhatikan sebelum mengadakan penelitian yaitu populasi penelitian. Sering ada rekan dosen yang menyatakan penelitian mahasiswa S2 harus 1 kecamatan atau 1 kabupaten dan seterusnya untuk S3 itu se Indonesia. Mendengar komentar rekan dosen ini saya menjadi ketawa karena penetuan populasi penelitian hendaknya didasarkan pada alasan statistic dalam memilih populasi penelitian. Boleh jadi rekan saya ini mewarisi metode penelitian riset Pustaka yang dulu saya pakai untuk level S1 dan S2 (M.Div.) tetapi setelah berembus penelitian kuantitatif ke berbagai perguruan tinggi teologi maka saya dan beberapa rekan belajar metodologi penelitian kuantitatif dan saya paham untuk itu. Sering mereka yang tidak punya pengalaman penelitian kuantitatif beragumentasi tanpa alasan metodologis yang jelas, yang diungkapkan adalah pengalamannya dulu di sekolah asal yang mungkin belum menggunakan metode penelitian kuantitatif. Bahkan juga penelitian kualitatif juga secara sempit dimaknai hanya sebatas studi literatur, padahal setiap metodologi pasti memerlukan dasar teori dan dasar teori itu tentu dari buku. Oleh karena itu paradigma penelitian kualitatif yang ada pada rekan-rekan dosen yang belum mengadakan penelitian kualitatif dengan riset empiris harus memperluas cakrawala bidang metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Saya sudah menggunakan penelitian kualitatif pada level S3 untuk disertasi saya dan paham bahwa penelitian ini membutuhkan kemampuan tertentu karena ia hendak menemukan teori-teori baru.
Ada juga materi yang sangat signifikan dalam melaksanakan penelitian ilmiah di bidang Pendidikan Agama Kristen maupun bidang-bidang lain seperti Teologi dll yaitu perlu memahami Filsafat Ilmu dalam 3 kajian utama yaitu Ontologi Ilmu, Epistemologi Ilmu dan Aksiologi Ilmu. Mengapa demikian karena penelitian berusaha untuk mendapatkan pengetahuan yang benar. Pengetahuan yang benar memerlukan beberapa teori kebenaran. Misalnya dalam suatu ujian tesis, ada mahasiswa yang menggunakan model sitasi body note yaitu sumber referensi yang diletakkan dalam tubuh teks. Menurut rekan dosen ini, cara seperti itu bukan cara penulisan di skripsi, tesis dan disertasi melainkan itu cara penulisan di jurnal dan di google. Mendengar ini saya ketawa karena teman say aini belum paham tentang “teori Citasi”. Saya kemudian menjelaskan bahwa penulisan mahasiswa yang menggunakan sumber dalam tubuh teks seperti: Menurut Andreas B. Subagyo (2004:31) sebelum seorang mengusulkan, melaksanakan penelitian … adalah salah satu bentuk citasi, yaitu CItasi Gaya Body Note, ada pula Citasi Style Turabian, Style APA, Style Harvard, dan setrusnya. Jadi, apa yang dilakukan oleh mahasiswa itu sudah benar yaitu ia menggunakan gaya sitasi Body Note dalam mengutip pendapat orang lain ke dalam tesisnya. Namun ada beberapa kesalahan penulisan Body Note. Saya katakana salah karena cara penulisan beberapa citasi bentuk atau gaya Body Note tidak sesuai teori body note. Bila tidak sesuai dengan aturan penulisan body note maka dapat disebut salah. Tentu kalua kita belajar teori kebenaran, misalnya teori koherensi maka kita akan menilai apakah cara sitasi itu sudah sesuai dengan teori Body Note? Jika belum sesuai maka penulisan tersebut dikategorikan salah menulis sitasi style body note. Penulisan Daftar Pustakapun demikian, bila dalam sitasi sudah menggunakan body note maka perhatikan gaya penulisan Daftar Pusaka menurut teori sitasi body note itu seperti apa. Ada yang menggunakan sitasi body note tetapi daftar pustakanya menggunakan Style APA. Bila menggunakan fote note maka gunakan gaya penulisan Daftar Pustaka dengan Styl Turabian. Demikian seterusnya.
Apa yang saya sebutkan di atas dapat dipahami dalam teori penelitian oleh Subagyo (2004:33), yaitu seoernag peneliti hendaknya memperhatikan aksioma: 1. Pertanyaan Ontologis yaitu realitas seperti apa yang hendak diteliti/diketahui
2. Pertanyaan Epistemologis yaitu pertanyaan tentang hubungan antara yang mengetahui dan dapat diketahui atau bagaimana cara dapat memperoleh kebenaran dan apa kriterianya
3. Pertanyaan metodologis yaitu pertanyaan tentang cara apa yang dapat dipakai dalam mengetahui kebenaran
4. Pertanyaan aksiologis yaitu pertanyaan mengenai jenis pengetahuan apa yangbernilai. Artinya variable yang diteliti harus dipertimbangkan sisi kegunaanya bagi peneliti dan orang lain
Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas tentu mempengaruhi pandangan seseorang terhadap fungsi penelitian (Subagyo, 2004:33). Dalam penelitian, seorang peneliti tidak dapat mengabaikan bidang ontologi ilmu (apa yang ditelit). Apakah yang diteliti itu secara ontologi itu ada. Apakah ada secara real atau ada secara rohani (Empiris dan non empiri/Nir akali). Misalnya meneliti tentang Malaikat. Apakah secara ontologi, malaikat itu ada? Apakah secara real atau non real. Tentu mendekatinya dengan tafsir ilmiah sesuai bidang PAK dan Teologi dll. Tidak ada yang bebas tafsir. Mau menggunakan bahasa Asli seperti Ibrani dan Yunani juga tetap ada tafsir. Tafsir seperti itu berpeluang untuk unsur subjektivitas. Jadi, ada aspek ontologi dari variabel yang diteliti. Selanjutnya bagaimana menemukan pengetahuan yang benar tentang konsep yang diteliti? Tentu ini masuk dalam ranah epistemologi Ilmu dan Metodologi Ilmu. Selanjutnya apa kegunaan pengetahuan yang akan diperoleh melalui penelitian. Apakah hasil enelitian itu dikemas secara tafsir ilmiah yang bersifat estetika dan etika? Disini menyadarkan kita tentang betapa pentingnya pemahaman dasar tentang penelitian. Sebaiknya para dosen penguji di bidang Pendidikan Agama Kristen dan Teologi belajar tentang Filsafat Ilmu dalam 3 kajian yaitu ontologi ilmu, Epistemologi Ilmu, Metodologi dan Aksiology Ilmu agar dengan tepat menguji dan membimbing para mahasiswa dalam penelitian.
Selalu update pengetahuan, khususnya dalam hal cara mengutip (Citasi) ang sesuai teori dan bukan berdasarkan pengalaman yang kadang tidak sesuai teori Sitasi seperti yang dilakukan oleh rekan saya dalam soal Sitasi. Ia menyampaikan sesuatu yag salah dalam ujian tesis yaitu model penulisan seperti Menurut andreas Subagyo (2004:39) cara penulisan ini katanya hanya untuk jurnal ilmiah dan di google. Tentu ini kesalahan bahkan penyesatan ilmiahtentang Style Citasi. Kalau tau bahwa ini merupakan salah satu bentuk citasi maka rekan saya tidak berkomentar demikian. Jadi, mari kita terus membenahi diri dengan membaca perkembangan ilmu, khususnya Style Citasi dan penulisan Daftar Pustaka yang sesuai dengan Style Penulisan karya Ilmiah. Ada cara penulisan Daftar Pustaka dengan Style Turabian atau Chicago, Ada model penulisan Daftar Pustaka yang disebut dengan American Psycology Asociation (APA) dll.
Teori.
Apa yang dimaksud denan teori? Menurut Newen dalam Sugiyono (2008:79) teori adalah sejumlah konstruk atau konsep, definisi dan proposisi yang berguna untuk melihat fenomena secara sistematik, melalui spesifikasi hubungan antar konsep yang diukur (variabel) sehingga dapat berguna untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena. Berdasarkan defini ini, dalam teori yang biasanya dalam skripsi, tesis dan disertasi dituangkan dalam Bab 2. Dalam Bab II penelitian mahasiswa maupun dosen dikemukakan tentang konsep-konsep yang dijadikan sebagai variabel penelitian yang elanjutnya mesti dibangun berdasarkan teori yang berhubungan dengan variabel tersebut. Misalnya saya membuat judul: Pentakostalisme, Kharsismatik, Calvinisme, Lutheranisme terhadap Tingkat Episteme Guru PAK Tentang Doktrin Alkitab tidak bersalah dalam tulisan aslinya. Dalam judul ini ada beberapa konsep yang dijadikan sebagai variabel Penelitian, yang dirinci sbb:
1. Pentakotalisme
2. Kharismatik
3. Calvinisme
4. Lutheranisme
5. Tingkat Episteme Guru PAK Tentang Inneranci Alkitab
Pokok ke-5 biasanya dikenal dengan Doktrin Alkitab tidak bersalah dalam tulisan aslinya
Berdasarkan konsep-konsep di atas maka dibutuhkan 5 teori yang akan dikemukakan dalam Bab II. Variabel utamanya (Terikat) yaitu Inneransi Alkitab. Inneransi Alkitab ini hanya dilihat dalam diri Guru PAK, yaitu sejauh mana Guru PAK memiliki pemahaman tentang Doktrin ketidak salahan Alkitab (Innerancy). Apakah pemahaman para guru PAK dalam inneransi Alkitab itu berada pada tingkat sangat tinggi, tinggi,cukup tinggi, atau tidak tinggi bahkan sangat tidak tinggi. Dalam konteks ini, teori yang dipakai adalah teori Innerancy. Sedangkan variabel bebas seperti: 1. Pentakostalisme menggunakan teori Pentakosta. Cari buku-buku yang membahas Pentakosta. Tentu penelitian diarahkan pada latar belakang guru dengan denominasi Gereja Pentakosta, demikian juga konsep k-2 yaitu Kharismatik dan seterusnya untuk Calvinisme (penganunut ajaran reformasi John Calvin) dan Lutheranisme yaitu Guru-guru PAK dengan latar belakang Gereja Lutheran seperti HKBP dll.
Monday, March 6, 2023
Variabel Penelitian Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Rumusan judul berikut ini merupakan karya penulis blog ini. Judul-judul (variabel) penelitian Teologi di ambil dari buku Dogmatika 4: Soteriologi karangan Louis Berkhof dan beberapa buku Teologi Sistematika. Bila judul berikut ini ditemukan dalam blog lain atau situs lain maka itu tandanya maling online yang malas berpikir dan tinggal kopi paste dari blog orang lain. Sekarang lihat judul-judul penelitian yang dapat dijadikan sebagai penelitian ilmiah berikut ini.
Judul Karya Ilmiah/Tugas Akhir mahasiswa Teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan rincian sbb:
Judul/Variabel Penelitian Teologi
1. Tingkat Pemhaman Jemaat Tentang Urutan Keselamatan Terhadap Semangat Menjadi Saksi Yesus Kristus
2. Epistemologi Ordo Salutis Lutheran, Calvinis dan Injili di Jemaat .....
3. Epistemologi Karya Roh Kudus dalam Penerapan Keselamatan Menurut Teologi Arminian dan Calvinis
4. Epistemologi Roh Kudus Pemancar Anugerah dalam Teologi Cavinis
6. Doktrin Anugerah Allah Dalam Gereja ....
7. Hubungan Tingkat Pemahaman Karya Umum dan Karya Penebusan Yesus Kristus Terhadap Semangat Penginjilan Warga Gereja ..........
8. Evaluasi Pemahaman Jemaat Gereja ..... Tentang Persatuan Mitis
9. Pengaruh Pemahaman Teologis Panggilan Yang Efektif Terhadap Semangat Pekabaran Injil Warga Jemaat .......
10. Kelahiran Kembali dalam Ordo Salutis
11. Hubungan antara Panggilan yang Efektif dan Kelahiran Kembali Terhadap Kepuasan Studi di Sekolah Tinggi Teologi .....
12. Konfirmatori dan Eksplanatori Konversi dan Pembenaran dalam Kehidupan Jemaat Gereja .....
13. Pengaruh Ajaran Ketekunan Orang-orang Kristen Sejati Terhadap Semangat Pelayanan Pendeta di Gereja ......
Variabel Pendidikan Agama Kristen
1. Peranan Pendidikan Agama Kristen dalam Pemulihan Peta dan Gambar Allah
2. Menjadi Guru Oikumenis di Kota Multikultural
3. Pendidikan Agama Kristen di Desa Tertinggal
4. Manajemen Kepuasan Peserta Didik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen
5. Kompetensi Guru Dalam Manajemen Kelas Terhadap Kepuasan Belajar Peserta Didik dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Kelas Agama Kristen di SD/SMP/SMA, .............
6. Pengajaran Ordo Salutis Terhadap Semangat Belajar Peserta Didik dalam Pendidikan Agama Kristen di SDSMP/SMA ...................
dst
Friday, December 23, 2022
Variabel Penelitian Pendidikan Agama Kristen
Konsep-konsep berikut ini dapat dijadikan sebagai variable penelitian kuantitatif dengan 2 sampai 5 variabel serta penelitian kualitatif.
1. Kepuasan belajar
2. Pengajaran
3. Manajemen kelas
4. Merdeka belajar
5. Komunikasi yang efektif
6. Peningkatan Kualitas Guru SD
7. Peningkatan Kualitas Guru SPM
8. Peningkatan Kualitas Giri SMA/Sederajat
9. Motivasi dalam kepemimpinan
10. Peranan kepala sekolah sebagai Pemimpin Pendidikan
11. Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
12. Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Mengembangkan Konsep diri Peserta Didik
13. Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Membangun Motivasi Belajar Siswa Pasca Covid-19
14. Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Efektivitas Pendidikan Karakter di Sekolah
Contoh Perumusan Varaibel
Manajemen kelas
4. Merdeka belajar, Komunikasi yang efektif, Peningkatan Kualitas Guru Terhadap Mutu Lulusan Sekolah Dasar ...... di .........
Variabel di atas memiliki 4 variabel, ada 3 variabel bebas dan 1 variabel terikat.
7.
Tuesday, November 8, 2022
Saturday, November 5, 2022
Perempuan Ter-bisa
Sambil Anda membaca informasi dalam laman blog ini untuk mendapatkan ide menulis skripsi, tesis dan disertasi maka Anda dapat menyaksikan kebolehan seorang wanita yang saya namakan sebagai perempuan ter-bisa. Artinya perempuan ini telah menunjukkan kemampuan dalam dunia olahraga. Selamat menyaksikan dalam video berikut ini.
Untuk mencapai kecakapan ini diperlukan latihan secara profesional. Latihan demi latihan sampai terbentuk sebuah kemampuan. Kemampuan tersebut dapat dipertunjukkan dalam acara-acara yang berskala internasional. Banyak pengorbanan dalam membentuk kemampuan sebagaimana yang ada dalam video ini. Pengorbanan seperti waktu, uang dan lain sebagainya untuk mencapai sebuah kesuksesasan.
Anda dan saya tidak harus ter-bisa dalam pertunjukan yang dilakan oleh seorang perempuan hebat ini. Anda bisa ter-bisa dalam menulis, meneliti dan mempublikasi hasil penelitian Anda. Jangan menjadi pelagiator seperti seorang oknum dosen yang mempelagiasi karya saya dalam bahan ajar Sejarah Gereja. Hal ini ditemukan dalam google scholar saya. Maksudnya buku yang diterbitkan yang didalamnya ada karya saya dapat saya ketahui dari google scholar saya.
Monday, September 5, 2022
Cara Input Data Responden
Hari ini saya hendak memberikan contoh sederhana menginput data dari responden ke dalam excel yang selanjutnya akan diolah dalam SPSS. Variabel penelitian yang dipakai dalam contoh ini bersifat sebatas contoh dengan variabel pertama yakni "Mengusakan dan Memelihara" (Kej. 2:15) dan Pupuk Organik. Tentang pupuk organis mungkin ada yang bertanya mengapa orang teologi dan pendidikan Agama Kristen membahas tentang pupuk organik. Bukankah topik pupuk organik adalah bidang keilmuan dalam Pertanian. Ya memang benar demikian. Tetapi kita bisa mengambil topik organik untuk pembahasan karena mandat mengusahakan dan memelihara taman yang disebutkan dalam Kejadian 2:15 itu menjadi tugas semua orang. Semua orang perlu udara, perlu makan dan minum. Orang beriman juga perlu udara, makan dan minum, termasuk mereka yang mengambil konsentrasi Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Saya latar belakang S1 saya yaitu teologi, Magister Diivinity dalam bidang Pastoral dan Magister Teologi dalam bidang Pendidikan Agama Kristen dan Doktor dalam bidang Pendidikan Agama Kristen. Sekarang dalam kanal Youtube, saya membahas tentang pupuk organik dll. Semangat saya tentu berlandaskan pada intruksi amat dalam Kejadian 2:15. Bagi teolog dan ahli Pendidikan Kristen yang berpikir tertutup (berpikir eksklusif) nampaknya hanya berurusan dengan bagaimana mengajar isi Pendidikan Agama Kristen dan yang teologi yakni bagaimana menyampaikan isi Alkitab kepada jemaat. Memang benar demikian! Tetapi mengusahakan dan memelihara bukanlah bagian dari kehendak Tuhan yang mesti dijalani oleh orang-orang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Saya memilih pemikiran korelasi terbuka dan bukan korelasi tertutup. Dalam hal keselamatan, saya berpikir eksklusif yaitu iman kepada Yesus itulah yang menyelamatkan. Tetapi model pemikiran ini tidak harus membuat saya berpkir ekslusif dalam mandat budaya. Dalam mandat budaya, saya terbuka. Jadi, saya mungkin berbeda dengan yang lain.
Sekarang saya memberi contoh input data yang didalamnya ada variabel Pupuk Organik. Selamat menyaksikan dalam video berikut ini.