Blog ini berisi info pendidikan, tidak diperkenankan tampilan iklan dewasa. Silakan Baca Postingan baru 2024 tentang judul-judul penelitian mahasiswa dan masalah penelitian. Dilarang Keras Mengkopi Paste Artikel dalam Blog ini tanpa izin pemilik blog. Bila Anda mengkopi paste, saya akan laporkan ke DMCA dan blog Anda dapat dihapus.Copi paste dapat diketahui melalui www.google.co.id/. Selamat Paskah 2024. Imanuel

Sponsor

Sponsor

Saturday, February 6, 2016

Salam 2565: Selamat Tahun Baru Imlek 2565

Saya memang tidak merayakan Imlek tetapi saya harus menghargai saudara-sudara saya yang merayakan Imlek. Kita sama-sama orang Indonesia, lahir di Indonesia, tidak secara kebetulan kita lahir di Indonesia dan menjadi warga negara Republik Indonesia. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat multikutural. Dalam semangat multikultural, kita harus saling menghargai satu dengan yang lain. Jika saya terlahir dalam sebuah tradisi iman yang membuat saya menerima tahun baru dalam konteks masehi maka hal itu tidak serta merta membuat saya tidak menghormati praktik tahun baru dalam tradisi tertentu. Seperti tradisi Tionghoa. Untuk itulah saya sampaikan Salam 2565: atau salam Imlek, salam Perayaan Tahun Baru Imlek 2565. Dalam suasana Imlek yang akan dirayakan pada hari Senin, 8 Februari 2016 maka saya menggunakan waktu untuk memposting sedikit informasi yang boleh dikatakan memberi informasi edukatif kepada mereka yang tidak merayakan Imlek untuk tetap kita bangun saling menghormati. Saya bukan orang Tionghoa, tepatnya orang Indonesia Timur. Oleh karena itu segala yang berkenaan dengan postingan singkat berikut ini dapat dimaklumi bila ada kesalahan-kesalahan. Saya membangun pemahaman tentang Imlek berdasarkan info website (weblog).

PERAYAAN TAHUN BARU IMLEK 2565

A. Sejarah singkat perayaan Tahun Baru Imlek

Dari namanya saja jelas bahwa Imlek merupakan salah satu perayaan yang ada dalam budaya Tionghoa. Tahun 2016, adalah perhitungan Tahun masehi, sementara perhitungan tahun dalam budaya Tionghoa jatuh pada 31 Januari 2016

Pengertian Kata "Imlek"

Dalam website nationalgeographic.co.id. Kita mendapat informasi bahwa perayaan Tahun Baru dalam tradisi Tionghoa yang disebut dengan “Sin Cia” atau “Imlek”. Imlek adalah Tahun baru Cina. Tentu yang merayakan adalah warga Tiongha. Dari sisi etimologi kata, kata Imlek berasal dari kata “Im” artinya bulan, dan “Lek” artinya penanggalan). Kata “Imlek” berasal dari dialek Hokkian atau Bahasa Mandarin-nya Yin Li artinya: kalender bulan (Lunar Newyear). Menurut sejarah, Sin Cia merupakan sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di China yang biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru. Imlek adalah tradisi pergantian tahun yang dikenal dalam tradisi masyarakat Tionghoa. Hari Raya Imlek merupakan istilah umum, kalau dalam bahasa Tiongkok disebut dengan Chung Ciea yang berarti Hari Raya Musim Semi. Hari Raya ini jatuh pada bulan Februari dan bila di negeri Tiongkok, Korea dan Jepang ditandai dengan sudah mulainya musim semi. Perayaan Imlek mulai dikenal sejak jaman Dinasti Xia, yang kemudian menyebar ke penjuru dunia, termasuk Indonesia oleh para perantau asal Cina. Tradisi tahunan itu pun di kenal luas sebagai identitas budaya Tionghoa di tanah perantauan. Dalam perayaan ini tentu ada kegembiraan yang terucap melalui makna kata “Gong Xi Fa Cai, kepada keluarga, kerabat, teman dan handai taulan. Gong Xi Fa Cai artinya ucapan selamat dan semoga banyak rezeki. Adat ini kemudian di bawa oleh masyarakat Tionghoa ke manapun dia merantau, termasuk ke Indonesia ( Sumber: http://nationalgeographic.co.id/)

B. Praktik perayaan Tahun Baru Imlek

Berdasarkan cerita rakyat dan legenda kuno atau legenda dahulu kala, tahun baru Imlek dirayakan ketika orang berhasil melawan hewan mitos yang disebut Nian yang berarti tahun dalam bahasa Cina. Dalam legenda Tionghoa, Nián adalah seekor raksasa. Ia pemakan manusia yang berasal dari pegunungan atau juga dari bawah laut. Nian selalu muncul pada akhir musim dingin atau hari pertama tahun baru.

C. Maksud Kedatangan Nian

Pada hari pertama tahun baru Tionghoa pada masa dulu, mereka harus waspada terhadap kedatangan Nian. Nian datang ke penduduk desa dengan tujuan:

1. Memangsa hewan ternak

2. Memakan hasil pertanian,

3. Memakan warga penduduk desa. (Sumber: www.kidnesia.com).

Inilah Nian dalam Legenda Tionghoa:

D. Cara Mengatasi Nian

Demi keamanan penduduk desa dari kedatangan Nian yang demikian menakutkan, maka penduduk desa melindungi diri mereka dengan cara:

1. Menaruh makanan di depan rumah. Warga penduduk menaruh makanan di depan pintu rumah tinggal mereka pada awal tahun. Cara ini ditempuh karena adanya

kepercayaan bahwa dengan menempatkan makanan di depan pintu rumah maka Nian akan memakan makanan yang ada di depan pintu dan tidak akan memakan warga penduduk desa, memakan hasil panen dan ternak.

2. Memakai baju warna merah. Nian juga takut dengan warna merah. Pada suatu waktu, penduduk melihat bahwa Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kertas merah di jendela dan pintu (Sumber: http://michael-hans.blogspot.co.id/)

3. Informasi yang lain, yakni: pada perayaan Imlek, penduduk Tionghoa biasanya menggantung lentera merah, memasang tirai merah pada pintu dan jendela. Kemudian menggunakan mercun untuk membuat takut Nian. Semua ini membuat Nian tidak lagi mengganggu mereka (bandingkan www.kidnesia.com)

E. Makna Perayaan Tahun Baru Imlek

Dalam www.kidnes.com, dapat disimpulkan beberapa makna dari perayaan Imlek, yakni:

1. Perwujudan social. Maksud saya dengan istilah ini yakni pada saat Imlek ada pertemuan seluruh anggota keluarga sekali dalam setahun.

2. Setiap anggota keluarga dan tetangga saling bersilahturahmi, saling mengayomi, dan memulai lembaran baru dengan pakaian yang baru.

Kini orang keturunan Tionghoa, khususnya di Indonesia biasanya merayakan perayaan Tahun Imlek dengan mengenakan baju berwarna merah.

Mengucapkan selamat Tahun Baru Tionghoa tidak berarti bertentangan dengan iman saya sebagai orang Kristen. Saya tetap Kristen yang menghargai komunitas yang lain. Oleh karena itulah saya ucapkan: Selamat Merayakan Tahun Baru Imlek 2565 bagi saudara-saudaraku yang merayakannya. Damai Negeri tercinta, Indonesia Raya

Salam 2565

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.