Blog ini berisi info pendidikan, tidak diperkenankan tampilan iklan dewasa. Silakan Baca Postingan baru 2024 tentang judul-judul penelitian mahasiswa dan masalah penelitian. Dilarang Keras Mengkopi Paste Artikel dalam Blog ini tanpa izin pemilik blog. Bila Anda mengkopi paste, saya akan laporkan ke DMCA dan blog Anda dapat dihapus.Copi paste dapat diketahui melalui www.google.co.id/. Selamat Paskah 2024. Imanuel

Sponsor

Sponsor

Monday, May 30, 2016

Variabel Penelitian Sejarah Gereja Indonesia dan PAK

Postingan malam ini tentang variabel Sejarah Gereja dan Pendidikan Agama Kristen. Pendidikan Agama Kristen dihubungkan dengan semangat mengajar Guru Pendidikan Agama Kristen, sedangkan variabel Sejarah Gereja Indonesia dihubungkan dengan proses pembelajaran Sejarah Gereja. Jenis penelitian yang dipakai adalah korelasi. Rumusan variabelnya sbb:

"Pengaruh Studi Sejarah Gereja Indonesia Terhadap Semangat Mengajar Guru Pendidikan Agama Kristen"

Ketika menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi, maka salah satu mata kuliah yang wajib dipelajari yaitu Sejarah Gereja Indonesia. Beberapa tahun yang telah berlalu, bahkan kini, Kurikulum di STT untuk mata kuliah historikan, khususnya bidang sejarah gereja dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu Sejarah Gereja Umum (Gereja mula-mula sampai Reformasi), Sejarah Gereja Asia, dan Sejarah Gereja Indonesia. Bila masing-masing dari tiga mata kuliah ini dibobotkan menjadi 2 sks maka ada 6 sks untuk bidang sejarah gereja.
Kurikulum STT yang mengakomodir bidang sejarah gereja seperti yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa studi Sejarah Gereja, khsususnya Sejarah Gereja Indonesia itu signifikan bagi mahasiswa teologi. Namun kendala yang selalu dijumpai dalam proses pembelajaran Sejarah Gereja adalah minat terhadap mata kuliah ini.
Pengalaman kami dalam mengajar Sejarah Gereja umum, Asia dan Indonesia di beberapa perguruan tinggi Teologi menunjukkan tidak terlalu banyak mahasiswa yang berminat untuk mata kuliah Sejarah Gereja. Kalaupun mahasiswa hadir di kelas untuk mengikuti kuliah, itu hanya sekedar memenuhi persyaratan sekolah. Bahkan dalam satu dialog di kelas ada mahasiswa yang menyatakan bahwa belajar sejarah gereja sama halnya belajar ilmu karatan (tidak berguna).
Selain itu ada mahasiswa yang pernah berkata kepada kami, pak soal ujian sejarah Gerejanya jangan menghafal ya!, ada pula yang berkata belajar sejarah gereja itu membosankan dan tidak ada kemanfaatan untuk pergumulan masa kini, semuanya hanya berurusan dengan masa lampau. Disini kami pahami bahwa pendekatan terhadap studi sejarah Gereja kadang lebih bersifat menghafal saja sehingga mahasiswa merasa tidak ada kemanfaatan belajar sejarah Gereja kemanfaatan pergumulannya masa kini.
Dan untuk mengatasi masalah klasik mahasiswa dalam studi Sejarah Gereja seperti yang disebut di atas, maka pendekatan yang kami pakai dalam belajar Sejarah Gereja Indonesia adalah pendekataan kemaknaan Sejarah Gereja. Memang benar! Dalam belajar sejarah Gereja tidak dapat dihindari hafalan tetapi hafalan tidak ada manfaatnya kalau tidak disertai dengan usaha untuk memahami apa yang dihafalnya.
Benarkah studi sejarah gereja tidak memberi manfaat, khususnya dalam hubungan dengan mengajar. Apakah ada pengaruh studi sejarah gereja terhadap semangat mengajar Guru Pendidikan Agama Kristen. Bila ada pengaruh, maka dimana letak pengaruh itu. Apakah pada strategi dan metode mengajar atau pendekatan apa yang dipakai sehingga studi sejarah gereja memberi manfaat dalam tugas mengajar. Masalah inilah yang akan diteliti secara empiris dalam variabel penelitian: Pengaruh Studi Sejarah Gereja Indonesia Terhadap Semangat Mengajar Guru Pendidikan Agama Kristen.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.